KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT, berkat rahmat dan hidayah-Nya
kami selaku penyusun, dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Kami mengucapkan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini,
sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya.
Kami menyadari bahwa makalah
ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun demi
kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah yang membahas
tentang agen sosialisasi pramuka ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat
bagi kita semua khususnya bagi pihak yang membutuhkan untuk menambah wawasan,
pengetahuan, dan pengalaman dalam kehidupan kita sehari-hari.
Mojokerto,
06 Februari 2012
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pramuka merupakan kegiatan yang
dapat memberikan dampak positif bagi yang mengikutinya karena di dalam pramuka
kita dilatih untuk saling bekerja sama, disiplin, terampil dan juga melatih
mental bagi setiap yang mengikutinya. Pendidikan
Kepramukaan di Indonesia merupakan salah satu segi pendidikan nasional yang
penting, yang merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Untuk
itu perlu diketahui sejarah perkembangan Kepramukaan di Indonesia.
Sekolah yang baik, seharusnya menyertakan kegiatan pramuka ini sebagai kegiatan
ekstrakulikuler agar membentuk kepribadian siswa yang berani, jujur, dan
berakhlak mulia. Pramuka ini ditunjang dengan kegiatan seperti
-
PBB ( kegiatan baris berbaris)
-
Tali temali
-
Peta pita
-
Perkemahan, dll
Kegiatan pramuka tidak harus selalu serius dan
tegang, pramuka juga memberikan suatu kegiatan yang bersifat santai dan
menyenangkan seperti belajar sambil bermain agar peserta yang mengikutinya
tidak merasa jenuh dan stress.
Pada makalah ini, kami akan membahas lebih
mendalam tentang kegiatan pramuka sebagai agen sosialisasi agar lebih mengerti
tentang kegiatan kepramukaan dan keorganisasiannya sehingga diharapkan akan
menambah peminat untuk mengikuti kegiatan pramuka.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Pramuka, bagi kalangan
muda masa kini, terlihat jadul. Padahal, tujuan organisasi kepanduan ini
teramat mulia. Yaitu membina kawula muda. Lalu mengapa Pramuka kini
seakan jalan di tempat? Haruskah ini kita biarkan terus berlangsung?
Bila kita bertanya
tentang Pramuka pada anak sekarang. Kita akan menemukan beragam ekspresi. Ada yang tampak kebingungan, seakan tak pernah
kenal pada Pramuka. Bahkan tak sedikit yang menunjukkan wajah penolakan untuk
membicarakan masalah kepramukaan. Organisasi kepanduan ini seolah hilang
ditelan bumi. Tak tampak lagi aktivitas yang menonjol dari Pramuka. Peringatan
Hari Pramuka pun seakan dirayakan sekenanya. Yang lebih memprihatinkan Pramuka
seakan kehilangan peminatnya. Kini jumlah kaum muda yang mau terlibat dalam
Pramuka, semakin menurun.
1. Apakah dampak positif kegiatan
pramuka?
2. Apakah dampak negatif kegiatan
pramuka?
3. Apakah solusi untuk dampak
negatif kegiatan pramuka?
1.3 TUJUAN
Gerakan pramuka bertujuan
mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip-prinsip dasar dan metode
kepramukaan yang pelaksanaanya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan
perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia dengan tujuan agar:
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 KAJIAN TENTANG PRAMUKA
Gerakan
Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan diIndonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda
Karana, yang memiliki arti Rakyat Muda yang Suka Berkarya.
"Pramuka" merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi;Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun)
dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain
yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing Pramuka.
Sedangkan yang dimaksud "Kepramukaan" adalah proses pendidikan di luar
lingkungan sekolah dan di luar
lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan
menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam
terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan
budi pekerti luhur.Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang
disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan
bangsa Indonesia.
Awal tahun 1908 Baden Powell menulis
pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan
tulisannya ini dibuat buku dengan judul “Scouting For Boys”. Buku ini cepat
tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian berdiri organisasi
kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys Scout.
Gagasan Boden Powell yang cemerlang dan
menarik itu akhirnya menyebar ke berbagai negara termasuk Netherland atau
Belanda dengan nama Padvinder. Oleh orang Belanda gagasan itu dibawa ke
Indonesia dan didirikan organisasi oleh orang Belanda di Indonesia dengan nama
NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia
Belanda).
Oleh pemimpin-pemimpin gerakan nasional dibentuk
organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan
menjadi kader pergerakan nasional. Sehingga muncul bermacam-macam organisasi
kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java
Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam
Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon). Dengan adanya larangan pemerintah
Hindia Belanda menggunakan istilah Padvindery maka K.H. Agus Salim menggunakan
nama Pandu atau Kepanduan.
Dengan meningkatnya kesadaran nasional
setelah Sumpah Pemuda, maka pada tahun 1930 organisasi kepanduan seperti IPO,
PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung menjadi KBI
(Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian tahun 1931 terbentuklah PAPI (Persatuan
Antar Pandu Indonesia) yang berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan
Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.
Pada waktu pendudukan Jepang Kepanduan
di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan,
Seinendan dan PETA. Setelah tokoh proklamasi kemerdekaan dibentuklah Pandu
Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di Sala sebagai satu-satunya
organisasi kepanduan.
Sekitar tahun 1961 kepanduan Indonesia
terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan yang terhimpun dalam 3 federasi organisasi
yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September 1951, POPPINDO
(Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan
Puteri Indonesia). Menyadari kelemahan yang ada maka ketiga federasi melebur
menjadi satu dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).
Karena masih adanya rasa golongan yang
tinggi membuat Perkindo masih lemah. Kelemahan gerakan kepanduan Indonesia akan
dipergunakan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pioner Muda seperti yang
terdapat di negara komunis. Akan tetapi kekuatan Pancasila dalam Perkindo
menentangnya dan dengan bantuan perdana Menteri Ir. Juanda maka perjuangan
menghasilkan Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada
tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Pjs Presiden RI Ir Juanda karena
Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.
Di dalam Keppres ini gerakan pramuka
oleh pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya badan di wilayah Indonesia yang
diperkenankan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan, sehingga organisasi lain
yang menyerupai dan sama sifatnya dengan gerakan pramuka dilarang
keberadaannya.
Perkembangan
Gerakan Pramuka
Ketentuan dalam Anggaran Dasar gerakan
pramuka tentang prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang
pelaksanaannya seperti tersebut di atas ternyata banyak membawa perubahan
sehingga pramuka mampu mengembangkan kegiatannya. Gerakan pramuka ternyata
lebih kuat organisasinya dan cepat berkembang dari kota ke desa.
Kemajuan Gerakan Pramuka akibat dari
sistem Majelis Pembimbing yang dijalankan di tiap tingkat, dari tingkat
Nasional sampai tingkat Gugus Depan. Mengingat kira-kira 80 % penduduk
Indonesia tinggal di pedesaan dan 75 % adalah petani maka tahun 1961 Kwarnas
Gerakan Pramuka menganjurkan supaya para pramuka mengadakan kegiatan di bidang
pembangunan desa. Pelaksanaan anjuran ini terutama di Jawa Tengah, Yogyakarta,
Jawa Timur dan Jawa Barat menarik perhatian Pimpinan Masyarakat. Maka tahun
1966 Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional mengeluarkan instruksi bersama
pembentukan Satuan Karya Taruna Bumi. Kemudian diikuti munculnya saka
Bhayangkara, Dirgantara dan Bahari. Untuk menghadapi problema sosial yang
muncul maka pada tahun 1970 menteri Transmigrasi dan Koperasi bersama dengan Ka
Kwarnas mengeluarkan instruksi bersama tentang partisipasi gerakan pramuka di
dalam penyelenggaraan transmigrasi dan koperasi. Kemudian perkembangan gerakan
pramuka dilanjutkan dengan berbagai kerjasama untuk peningkatan kegiatan dan
pembangunan bangsa dengan berbagai instansi terkait.
Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. Sedangkan di tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda)
Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO). Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.
Pada tanggal 26
Oktober 2010, Dewan Perwakilan
Rakyat mengabsahkan
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Berdasarkan UU ini,
maka Pramuka bukan lagi satu-satunya organisasi yang boleh menyelenggarakan
pendidikan kepramukaan. Organisasi profesi juga diperbolehkan untuk
menyelenggarakan kegiatan kepramukaan.
Tujuan Kepramukaan
Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang
merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam
mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, social, intelektual dan
fisiknya, agara mereka bias:
- Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda
- Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda
- Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.
Gerakan Pramuka berlandaskan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:
- Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam
- Peduli terhadap dirinya pribadi
- Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka
Metode Kepramukaan
Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui:
- Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
- Belajar sambil melakukan
- Sistem berkelompok
- Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik
- Kegiatan di alam terbuka
- Sistem tanda kecakapan
- Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri
- Kiasan Dasar
Keanggotaan
Gerakan Pramuka Indonesia memiliki 17.103.793 anggota (per 2011),
menjadikannya gerakan pramuka terbesar di dunia.
Sifat
Lambang
Gerakan Pramuka (menurut Anggaran Dasar
dan Anggaran Rumah Tangga) adalah Tunas Kelapa, dikenakan pada kerah kiri baju pramuka dan Lambang WAGGGS yang dikenakan pada kerah kanan baju pramuka puteri.
Sedangkan untuk putera, Lambang
Gerakan Pramuka dikenakan
pada kantung sebelah kiri, sedangkan Lambang WOSM pada kantung sebelah kanan kemeja. Emblem lokasi wilayah
Gerakan Pramuka (berdasarkan provinsi) dikenakan pada lengan sebelah kanan baju Pramuka.
Berdasarkan resolusi Konferensi
Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas,
yaitu :
- Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
- Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa.
- Universal, yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja
Lagu
“
|
Kami Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan agar jaya, Indonesia, Indonesia tanah air ku Kami jadi pandumu. |
”
|
Fungsi
Pramuka
· Dengan landasan uraian di atas, maka
kepramukaan mempunyai fungsi sebagai berikut:
Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda. Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Karena itu permainan harus mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan kegiatan yang hanya bersifat hiburan saja. Karena itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan menarik.
Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda. Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Karena itu permainan harus mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan kegiatan yang hanya bersifat hiburan saja. Karena itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan menarik.
· Pengabdian bagi orang dewasa. Bagi
orang dewasa kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi suatu tugas yang
memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai
kewajiban untuk secara sukarela membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian
tujuan organisasi.
· Alat bagi masyarakat dan organisasi. Kepramukaan
merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat,
dan juga alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Jadi
kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkala dalam satuan
pramuka itu sekedar alat saja, dan bukan tujuan pendidikannya.
Kelompok Umur Pramuka
Kelompok
umur adalah sebuah tingkatan dalam kepramukaan yang ditentukan oleh umur
anggotanya.
Kelompok dibagi menjadi 4 :
Kelompok dibagi menjadi 4 :
Ada juga Kelompok Khusus, yaitu
Kelompok yang ditujukan untuk orang yang memiliki kedudukan dalam kepramukaan.
Misalnya Pramuka Pembina, adalah sebutan untuk orang dewasa yang memimpin
Pramuka. Dan Pramuka Andalan, adalah anggota Pramuka yang mengambil bagian
dalam keanggotaan Kwartir dalam Pramuka. Contoh lainnya adalah Pelatih, Pamong
Saka, Staff Kwartir dan Majelis Pembimbing.
Tingkatan
Syarat-syarat Kecakapan Umum Tingkatan dalam kepramukaan adalah sebuah tingkatan yang ditentukan oleh kemampuan anggotanya, kemampuan itu disebut dengan Syarat-syarat Kecakapan Umum atau SKU. Untuk Pramuka siaga dan penggalang, masing-masing Kelompok umur memiliki tiga Tingkatan. Untuk Penegak memiliki dua tingkatan. Sedangkan Pramuka Pandega hanya satu tingkatan.
Syarat-syarat Kecakapan Umum Tingkatan dalam kepramukaan adalah sebuah tingkatan yang ditentukan oleh kemampuan anggotanya, kemampuan itu disebut dengan Syarat-syarat Kecakapan Umum atau SKU. Untuk Pramuka siaga dan penggalang, masing-masing Kelompok umur memiliki tiga Tingkatan. Untuk Penegak memiliki dua tingkatan. Sedangkan Pramuka Pandega hanya satu tingkatan.
· Tingkatan Pramuka Siaga : Siaga Mula,
Siaga Bantu, Siaga Tata.
· Tingkatan Pramuka Penggalang :
Penggalang Ramu, Penggalang Rakit, Penggalang Terap
· Tingkatan Pramuka Penegak : Penegak
Bantara, Penegak Laksana
Ada juga sebuah tingkatan khusus yang
disebut dengan Pramuka Garuda, yaitu tingkatan tertinggi dalam setiap kelompok
umur dalam kepramukaan.
Sifat Pramuka
Lambang
Pramuka Indonesia yaitu tunas kelapa yang dijahitkan di kerah kiri baju pramuka
(untuk wanita). Lambang Pramuka Internasional yang dijahitkan di kerah kanan
baju pramuka (untuk wanita). Bagi pria, tunas kelapa berada di kantung sebelah
kiri, sedangkan Lambang Pramuka Internasional dijahitkan pada sebelah kanan
kemeja. Emblem lokasi wilayah Gerakan Pramuka (berdasarkan provinsi) dijahitkan
di lengan kanan baju Pramuka.
Berdasarkan
resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka
kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :
·
Nasional,
yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara
haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan
kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
·
Internasional,
yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus
membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu
dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku
dan bangsa.
·
Universal,
yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik
anak-anak dari bangsa apa saja, yang dalam pelaksanaan pendidikannya selalu
menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepanduan.
Tugas Pokok Pramuka
Tugas
pokok Gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak
dan pemuda Indonesia, menuju ke tujuan Gerakan Pramuka, sehingga dapat
membentuk tenaga kader pembangunan yang berjiwa Pancasila dan sanggup serta
mampu menyelenggarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Dalam
melaksanakan pendidikan kepramukaan tersebut Gerakan Pramuka selalu
memperhatikan keadaan, kemampuan, kebutuhan dan minat peserta didiknya. Karena
kepramukaan bersifat nasional, maka gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka
disesuaikan dengan kepentingan nasional. Kepentingan nasional bangsa Indonesia
ini tercantum dalam Garis Besar Haluan Negara, yang merupakan Ketetapan MPR.
Gerakan Pramuka dalam ikut membantu pelaksanaan GBHN tersebut selalu mengikuti
kebijakan Pemerintah dan segala peraturan perundang-undangannya.
Gerakan
Pramuka hidup dan bergerak di tengah masyarakat dan berusaha membentuk tenaga
kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Karenanya Gerakan Pramuka harus
memperhatikan pula keadaan, kemampuan, adat dan harapan masyarakat, termasuk
orang tua anggota Pramuka, sehingga Gerakan Pramuka terutama pada
satuan-satuannya dapat menyiapkan tenaga Pramuka sesuai dengan apa yang diharapkan
orang tua anggotanya dan masyarakat di lingkungannya.
Dasadharma
Pramuka itu:
- Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
- Patriot yang sopan dan ksatria.
- Patuh dan suka bermusyawarah.
- Rela menolong dan tabah.
- Rajin, terampil, dan gembira;
- Hemat, cermat, dan bersahaja;
- Disiplin, berani, dan setia;
- Bertanggung jawab dan dapat dipercaya;
- Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan
bersungguh-sungguh:
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
- Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
- Menepati Dasadarma
ADAT AMBALAN
PRAMUKA PENEGAK
Adat
Ambalan merupakan adat kebiasaan yang
diciptakan oleh Ambalan Penegak dan disepakati sebagai suatu yang harus ditaati
serta merupakan tata nilai yang dijadikan pedoman dalam upaya meningkatkan
kepeduliaan terhadap Tuhan YME, kepedulian pada bangsa dan tanah air
sesama hidup dan alam lingkungannya kepedulian terhadap diri pribadinya, serta
ketaatannya pada Kode Kehormatan Pramuka. Anggota adat (Pramuka Penegak
dalam Ambalan yang bersangkutan) bila berprestasi akan diberikan penghargaan
sedang yang tersebut melanggar adat akan dikenakan sangsi. Untuk dapat
melestarikan Adat Ambalan, Dewan Ambalan Penegak menetapkan seorang Pemangku Adat
yang dipilih dari anggota Ambalan yang senior, berpandangan luas dan teguh
menjaga Adat Ambalan yang ada.
Macam-macam Adat Ambalan
Sedikit
banyaknya yang manjadi Adat dalam Ambalan tergantung pada Ambalan itu sendiri.
Contoh-contoh Adat Ambalan (yang pernah ada)
1) Adat Ambalan pada saat
penerimaan calon Penegak dari Tamu Ambalan.
Setelah Tamu Ambalan
ialah pemuda atau Pramuka penggalang yang sudah berusia 16 tahun yang berminat
untuk mengikuti kegiatan Pramuka Penegak beberapa kali mengikuti
latihan/kegiatan Pramuka Penegak, Tamu Ambalan dihadapkan dewan kehormatan
Ambalan untuk diwawancari apakah dia benar-benar tertarik dengan kegiatan
Pramuka Penegak dan apakah selama ini dia aktif mengikuti kegiatan
Ambalan. Atas kemantapan tekat Tamu Ambalan tersebut dalam mengikuti
kegiatan Ambalan, Dewan Kehormatan Ambalan menetapkan bahwa yang bersangkutan
diterima sebagai calon Pramuka Penegak dengan harapan yang bersangkutan
mengikuti keaktifannya dan menyelesaikan SKU Pramuka Penegak Bantara.
2) Adat Ambalan pada saat Calon
Pramuka Penegak menyelesaikan SKU Pramuka Penegak Bantara
-
pada proses menyelesaikan SKU, calon Penegak didampingi oleh 2 (dua) orang
Pramuka Penegak Bantara Laksana sebagai monitor, pembimbing dan pengamat
perkembangan keterampilan dan sikap calon Penegak selama mengikuti kegiatan
Ambalan.
-
pada saat menjelang pelantikan sebagai Penegak Bantara : calon diharuskan
menjalankan tugas-tugas spritual, misalnya : berpuasa selama 2 (dua) kali
penuh, membaca beberapa renungan jiwa dengan tujuan untuk lebih memantapkan
semangat dan tekadnya untuk menjalankan tugas-tugas selanjutnya.
-
setelah tugas-tugas spiritual tersebut selesai dilaksanakan , calon diminta
menyucikan diri dan membuang jauh-jauh hal-hal yang bersifat negatif.
Upacara adat ini disembuhkan dengan membasuh muka, berkumur, membasuh telinga
dan tangan serta mengeringkan dengan handuk, kemudian handuk yang mengandung
kotoran, akibat perbuatan dan sikap negatif yang pernah dilakukan dibuang.
3) Adat Ambalan membaca Renungan
jiwa
Adat ini dilakukan
dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian anggota Ambalan terhadap Tuhan YME,
tanah air, bangsa, masyarakat, alam, lingkungan, diri sendiri serta ketaatannya
kepada Kode Kehormatan Pramuka.
Misalnya : Renungan
jiwa pada saat :
-
peringatan hari besar nasional/agama
-
selesai upacara pelantikan
-
terdapat anggota Ambalan yang mengingkari/ melanggar Trisatya/ Dasadarma
4)
Adat Ambalan ketika seseorang akan dilakukan pelantikan Penegak Pelaksana.
5)
Adat Ambalan ketika melepas anggota Ambalan yang akan membaktikan diri ke
masyarakat
Perlengkapan Adat
Ambalan
1) Pusaka
Ambalan
Sesuatu yang
bersejarah bagi ambalan dan disepakati untuk dijadikan pusaka adat, yang akan
dihadirkan pada saat upacara adat dilakukan.
2) beberapa
macam Renungan jiwa
3) beberapa
Sandi Ambalan
4) kostum
Pemangku Adat
5) perlengkapan
Upacara Adat
SANDI AMBALAN
PRAMUKA PENEGAK
a.
Sandi Ambalan disusun oleh dan untuk Pramuka Penegak sendiri yang kemudian oleh
Pemangku Adat ditetapkan sebagai perangkat Adat Ambalan. Dalam proses
penyusunannya, Pembina Pramuka Penegak memberikan pengarahan bahwa sumber utama
dalam penyusunan Sandi Ambalan ialah :
1)
Pancasila
2)
Prinsip Dasar Kepramukaan
3)
Kode Kehormatan Pramuka
4)
AD dan ART Gerakan Pramuka
5)
Norma-norma agama dan masyarakat
6)
Hal-hal yang menunjang pembinaan kepribadian kaum muda.
b.
Setiap Ambalan memiliki Sandi Ambalan, yang merupakan norma hidup bagi
Pramuka Penegak dalam Ambalan tersebut ; dengan demikian Sandi Ambalan hanya
berlaku bagi anggota Ambalan tertentu dan tidak berlaku bagi Anggota Ambalan
lain
c.
Bagi Pramuka Penegak, Sandi Ambalan merupakan sesuatu yang disakralkan, oleh
karena itu ketika Sandi Ambalan dibacakan para Pramuka Penegak mengikutinya
dengan cermat dalam suasana yang hening dan bahkan ada yang mengikutinya dengan
sikap tertentu sebagaimana ditetapkan oleh Pemangku Adat Ambalan.
Contoh Sandi Ambalan
SANDI AMBALAN
TIRULAH
MATAHARI
“Atau paling tidak
jadilah seperti rembulan yang mampu mengarahkan sinar, menerangi bumi di malam
gulita. Cahaya matahari seperti ilmu dan kasih yang tak pernah berkurang
meskipun senantiasa dipancarkan untuk menerangi semesta.”
Wajah zaman
Berlumuran debu hitam
Ibu pertiwi tersedu
Murka alam
porak-porandakan negeri
Nafsu dan dengki
coreng wajah bangsa
Anak negeri enggan
dan berlalu
Wajah zaman
Berlumuran debu hitam
Segelintir merangkak
terseok-seok
Gundah hati penuh
tanya
Segelintir merangkak
cari mulia
Sepenuh jiwa menempuh
kelelahan
Mengejar mulia hingga
banyak jemu
Wajah zaman
Berlumuran debu hitam
Mentari tenggelam,
rembulan urung
Ibu pertiwi tersenyum
dan beraksara
Jangan mengira mulia
adalah madu yang kau makan
Takkan kau dapatkan
mulia sebelum pahitnya sabar
Hanya yang
bersungguh-sungguh dan bersabar
Yang akan
menemukannya…
Kawanku, Arjuna
dan Srikandi Indonesia,
Tundukkan kepala dan
pejamkan matamu,
Rasakan tiap degup
jantungmu,
Renungkanlah …
Bumi yang kita pijak,
Langit yang kita
tatap,
Udara yang kita
hirup,
Cahaya mentari yang
kita rasakan kehangatannya,
Rembulan yang
benderang di tengah gulita,
adalah
bumi, langit, udara,
mentari, rembulan yang sama
dengan yang
disaksikan
Plato, Socrates, Heraklius,
Gandhi, Soekarno
Jika mereka bisa
terinspirasi olehnya,
kenapa kita tidak?!
Tanamkan mutiara itu
dalam dadamu
Satya dan Dharma
Praja Muda Karana
Hingga tiba saatnya,
Engkau mampu
menyinari tanpa mentari
Berjalan di malam
hari tanpa rembulan
Sorot matamu bagai
sihir
Tajam keningmu bagai
kilatan pedang
Tirulah matahari
Jadilah mentari bagi
dunia
Buka matamu
Dan tataplah ke depan
Kemuliaan adalah
keniscayaan
Wajah zaman
Berlumuran debu hitam
Gulita terbelah
Sinar cerah merekah
Selama jantung masih berdetak
Kami, jiwa muda
Indonesia
Takkan menyerah
Mengawal zaman
Mempersembahkan
untukmu ibu pertiwi
Semangat PASOEPATI –
PUSPITA MURTI
RENUNGAN JIWA
PRAMUKA PENEGAK
a.
Renungan ialah suatu naskah singkat yang menguasai nilai-nilai spiritual,
mental dan moral dalam upaya mengamalkan satya dan darma Pramuka
b.
Renungan dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetuk hati para Pramuka Penegak
agar selalu ingat Satya dan Darmanya dan selalu mengamalkannya sesuai dengan
motto :
Satyaku kudarmakan,
darmaku kubaktikan
c.
Naskah renungan disusun oleh Pramuka Penegak sendiri, dengan bimbingan Pembina
mereka dan dijaga kelestariannya oleh Pemangku Adat
d.
Macam-macam Naskah renungan, diantaranya:
1)
renungan bagi mereka yang akan dilantik
2)
renungan bagi mereka yang sedang mengalami masalah
3)
bebarapa renungan dalam menperingati hari besar nasional
4)
beberapa renungan dalam memperingati hari besar agama
5)
renungan pada upacara penutupan latihan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar